My Picture

Some text here.

More about me»

Tampilkan postingan dengan label task of school. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label task of school. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

PRAKTIKUM SEL ELEKTROLISIS

A.   TUJUAN :
Mengamati reaksi yang terjadi di anode dan katode pada reaksi elektrolisis.

B.   DASAR TEORI :
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia di mana terjadi bentuk perubahan energy listrik menjadi energy kimia.
Dalam sel ini, pada saat arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit, akan terjadi pemisahan ion – ion dalam larutan, di mana ion – ion positif (kation) akan mendekati elektroda negative (katoda) dan ion – ion negative (anion) akan mendekati elektroda positif (anoda).
Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi ion atau air dan pada anoda akan terjadi oksidasi anion atau air, atau logam elektroda, bergantung pada jenis elektrolit serta anoda yang digunakan.
Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah electrode, elektrolit, dan sumber arus searah. Electron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam larutan menyerap electron dari katoda dan mengalami reduksi. Sedangkan spesi lain melepas electron di anoda dan mengalami oksidasi.
Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda, yaitu reduksi, dan reaksi anoda, yaitu oksidasi. Spesi yang terlibat dalam reaksi katoda dan anoda bergantung pada potensial elektroda dari spesi tersebut. Ketentuannya sebagai berikut.
  • Spesi yang mengalami reduksi di katoda adalah spesi yang potensial reduksinya terbesar.
  • Spesi yang mengalami oksidasi di anoda adalah spesi yang potensial oksidasinya terbesar.
Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:
  1. Elektrolisis larutan elektrolit.
  2. Elektrolisis larutan non elektrolit.
Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:
  1. Elektroda inert/tidak aktif (elektroda karbon, platina, dan emas)
  2. Elektroda selain inert/aktif.

 C.      ALAT DAN BAHAN :
1.      Pipa U.
2.      Tabung reaksi.
3.      Baterai 1,5 V sebanyak 3 buah.
4.      kabel sebanyak 2 buah.
5.      2 elektrode karbon.
6.      2 penjepit buaya.
7.      Pipet tetes.
8.      Statif.
9.      Kertas lakmus merah.
10.  Kertas lakmus biru.
11.  Larutan KI 0,5 M.
12.  Larutan Na2SO4 0,5 M.
13.  Larutan CuSO4 0,5 M.
14.  Larutan amilum.
15.  Indikator fenolftalein.

 D.     CARA KERJA :
1.      Siapkan alat dan bahan.
2.      Gunakan jas laboratorium dengan benar.
3.      Cuci peralatan yang akan digunakan, seperti tabung reaksi, pipa U, pipet tetes, dan elektrode.
4.      Lap dengan bersih dan biarkan hingga kering.
5.      Rangkailah alat elektrolisis seperti gambar berikut :

rangkaian sel elektrolisis 


6.   Masukkan larutan KI secukupnya dalam pipa U hingga elektrode bisa tercelup ke dalam larutan tersebut.
7.   Hubungkan elektrode karbon dengan ujung kabel dengan penjepit buaya.
8.   Masukkan elektrode pada bagian kanan dan kiri pipa U hingga tercelup larutan.
9.   Lakukan elektrolisis dengan menghubungkan ujung kabel yang lain dengan baterai 4,5 V. Lakukan elektrolisis selama 10 menit.
10.  Masukkan kertas lakmus merah dan biru ke dalam tabung reaksi yang masih kosong.
11.  Ambil larutan dari katode dengan menggunakan pipet tetes dan masukkan ke dalam tabung reaksi yang telah diisi dengan kertas lakmus.
12.  Ambil beberapa tetes larutan di katode dan masukkan ke dalam tabung reaksi yang masih kosong. Tetesi dengan indikator fenolftalein.
13.  Kemudian masukkan larutan amilum ke dalam tabung reaksi lainnya yang masih kosong.  Tetesi  larutan amilum dengan larutan yang berasal dari anode.
14.  Amati perubahan yang terjadi di masing-masing tabung reaksi.
15.  Catatlah perubahan-perubahan yang terjadi.
16.  Gantilah larutan KI dengan Na2SO4 dan CuSO4.
17.  Ulangi langkah 6-15 dengan teliti dan cermat.
18.  Setelah semuanya selesai, cuci kembali peralatan yang telah digunakan dan rapikan jas laboratorium.

 E.      DATA PENGAMATAN :
Berikut adalah data dari pengamatan elektrolisis yang dilakukan dengan menggunakan elektrode karbon:
JENIS LARUTAN
KATODE
ANODE
KI
Gelembung-gelembung gas
Endapan berwarna kuning
Na2SO4
Gelembung-gelembung gas (banyak)
Gelembung-gelembung gas (sedikit)
CuSO4
Endapan tembaga
Gelembung-gelembung gas
                   












  F.       ANALISIS DATA
   1.      LARUTAN KI
Dalam larutan KI dihasilkan gelembung-gelembung gas pada katode dan endapan berwarna kuning pada anode. Reaksi yang terjadi adalah:
KI(aq)                K+(aq)  + I-(aq)
K : 2H2O(l)  + 2e-            H2(g)  +  OH-(aq)
A :  2I-(aq)            I2(g) + 2e-

Di katode terjadi reaksi reduksi air karena ion K+ adalah ion dari logam golongan IA yang termasuk logam memiliki Eo paling negatif sehingga tidak bisa mengalami reduksi. Memang tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, tetapi terbentuk gelembung-gelembung yang belum dikenali apa jenisnya.

Sedangkan pada anode terjadi oksidasi I- menjadi I2, karena Eo yang bernilai positif. Terbukti bahwa pada larutan di anode yang terelektrolisis tercipta endapan berwarna kuning yang kuning itu sendiri merupakan identitas dari iodin. Pada suhu ruangan, iodin berwujud cair. Serta percobaan untuk membuktikan bahwa iodin benar-benar terbentuk dilakukan pengambilan larutan dari anode dan diteteskan pada amilum, hasilnya positif mengandung iodin karena mengubah amilum menjadi ungu kehitam-hitaman.

   2.      LARUTAN Na2SO4
Dalam larutan Na2SO4 dihasilkan banyak gelembung gas pada katode dan sedikit gelembung gas pada anode. Reaksi yang terjadi adalah:
Na2SO4             2Na+(aq) + SO42-(aq)
K :  2H2O(l)  + 2e-           H2(g)  +  OH-(aq)
A :  2H2O(l)          4H+(aq) + O2(g) + 4e-
Pada katode, yang seharusnya direduksi adalah ion Na+. Karena logam Na adalah logam golongan IA yang memiliki Eo yang sangat negatif, maka yang tereduksi adalah air. Reaksi yang terjadi seperti tercantum pada reaksi di atas.

Sedangkan pada anode, juga terjadi oksidasi air karena anion larutan yang dielektrolisis merupakan anion oksi.

   3.      LARUTAN CuSO4
Dalam larutan CuSO4 dihasilkan endapan tembaga pada katode dan sedikit gelembung gas pada anode. Reaksi yang terjadi adalah:
CuSO4           Cu2+(aq) + SO42-(aq)
K :  Cu2+(aq) + 2e-          Cu(s)
A :  2H2O(l)          4H+(aq) + O2(g) + 4e-
Pada katode, tidak terjadi reduksi air karena ion yang ada di katode bukan merupakan ion dari logam golongan utama, selain itu elektrode yang digunakan juga elektrode yang inert.  Maka, yang tereduksi adalah Cu2+ sendiri.

Pada anode dihasilkan gas oksigen dan ion-ion H+ sebagai produk dari oksidasi air. Oksidasi air terjadi karena anion pada anode merupakan anion dari asam oksi yang tidak dapat dioksidasi.

  G.     KESIMPULAN :
      1.      Pada anode mengalami reaksi oksidasi.
      2.      Pada katode mengalami reaksi reduksi.
      3.      Reaksi reduksi oksidasi selalu terjadi bersamaan      
      4.      Jenis elektroda mempengaruhi reaksi yang terjadi dalam sel elektrolisis.

PRAKTIKUM FERMENTASI ALKOHOL

I.             JUDUL : Fermentasi  Alkohol

II.           TUJUAN :  1. Untuk mengetahui proses fermentasi alcohol. 
                       2. Untuk mengetahui hasil fermentasi alcohol.

III.         DASAR TEORI :
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.
Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat diubah menjadi asam asetat + CO2 selanjutaya asam asetat diabah menjadi alkohol.
Dalam fermentasi alkohol, satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan 2 molekul ATP, bandingkan dengan respirasi aerob, satu molekul glukosa mampu menghasilkan 38 molekul ATP.

Reaksinya :

1. Gula (C6H12O6) 
——> asam piruvat (glikolisis)
2. Dekarbeksilasi asam piruvat.

Asampiruvat 
———> asetaldehid + CO2.
piruvat dekarboksilase (CH3CHO)
3. Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol
(etanol).
2 CH3CHO + 2 NADH2 ———> 2 C2HsOH + 2 NAD.
alkohol dehidrogenase
enzim
Ringkasan reaksi : 
C6H12O6———> 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 NADH2 + Energi


IV.        ALAT DAN BAHAN :
          Alat :
1.       2 buah Erlenmeyer
2.       Sedotan
3.       Neraca Analitis
4.       Pipet
5.       Thermometer
          Bahan :
1.       Gula 10 gram
2.       Plastisin / vaselin
3.       Fermipan 5 gram

V.          CARA KERJA :
        1. Menyusun perangkat seperti gambar dibawah :
rangkaian tabung erlenmeyer

         2. Menimbang gula sebanyak 10 gram.
         3. Menimbang fermipan sebanyak 5 gram.
         4. Memasukkan gula, fermipan kedalam tabung Erlenmeyer (tabung A) dan melarutkan dengan air. 
         5. Menutup bibir Erlenmeyer dengan plastisin.
         6. Memasukkan air kapur kedalam tabung Erlenmeyer yang lain (tabung B).
   8. Mengamati pada tabung A dan tabung B.
a.       Sebelum diamati :
-          Mencium aroma pada tabung A
-          Menulis suhu awal di tabung A
-          Mengamati warna cairan pada tabung B
b.      Selama proses mengamati perubahan di tabung A dan tabung B.
c.       Setelah 30 menit,
-          Mencium aroma pada tabung A
-          Mengamati larutan pada tabung B
          9. Menulis data pengamatan.
         10.Menganalisis setiap perubahan pada langkah 8 dan 9.
         11.Menyusun kesimpulan dan hipotesis.
         12.Mendiskusikan masalah yang telah diberikan.

VI.        DATA :
Tabung
Perubahan
Perubahan
Awal
Akhir
A
Suhu (oC)
32
26
Keadaan
Tidak berbusa
Berbusa banyak
Warna
Putih
Putih pekat
Bau
Berbau enak
Berbau alkohol
B
Warna
Pink keunguan (pekat)
Pink memudar
Keadaan
Tidak ada endapan
Terdapat endapan

VII.      ANALISA DATA :
a.       Bahan Diskusi:
1.       Apa yang terjadi pada Tabung A?
2.       Apa yang terjadi pada Tabung B?
3.       Mengapa terjadi aroma di Tabung B? Jelaskan!
4.       Mengapa terjadi perubahan warna di tabung B? Jelaskan reaksinya!
5.       Apa yang  dimaksud fermentasi Alkohol? Tuliskan reaksinya!
6.       Jelaskan ciri fermentasi!

b.      Jawaban :
1.        - Terjadi perubahan warna lebih pekat.
-      Terdapat busa
-      Suhu turun hingga 60C
-      Berbau alcohol
-      Terjadi fermentasi alcohol

2.       -  Warna memudar
-      Membentuk endapan
-      Larutan menjadi asam (sifat basa berkurang)
3.       Karena terbentuk alcohol, dari reaksi yang didapat dari respirasi anaerob glukosa oleh fermipan (fermipan merupakan bibit jamur atau bibit saccharomyces)
4.       Perubahan warna terjadi karena sifat basa dalam larutan berkurang. Itu dikarenakan oleh reaksi antara larutan kapur (Ca(OH)2) dan gas karbon dioksida (CO2).
Reaksi :
Ca(OH)2 + CO2  ---à CaCO3 + H2O
5.       Fermentasi alcohol adalah hasil pembentukan alcohol dari proses metabolism respirasi anaerob.
Reaksi :
C6H12O6 ---à 2C2H5OH +2CO2 + 2 ATP
6.       Ciri Fermentasi :
-          Terjadi secara anaerob
-          Proses dibantu oleh organisme bibit jamur (saccharomyces)
-          Menghasilkan ATP lebih sedikit
-          Menghasilkan alcohol

VIII.    KESIMPULAN :
a.   Asam piruvat ( 3C) diubah menjadi Asetal dehid (2C ) sehingga dilepaskan molekul CO2 (1C)
b.   Asetaldehide segera mengikat ion H+ dari penguraian NADH menjadi NAD maka sebagai akseptor ion H+ dalam proses fermentasi etanol ini adalah Asetal dehide
c.   Pengikatan ion H+ oleh Asetaldehide akan membentuk senyawa Etil alkohol ( Etanol),
d.   Produk fermentasi ini adalah 2 ETANOL , 2 CO2 , 2 ATP ,
e.   Bahan fermentasi alkohol tetap menggunakan Glukosa , jika bahannya Glukosa anggur maka akan menjadi alcohol

Followers

About Me

Foto saya
an ordinary teenager. just a student in sma 5 malang. experience around of health and redcross. like`sastra`, politic, science, communication and friendship.